51. Doa Orang Sakit yang Tidak Mungkin Sembuh (Terasa Putus Asa)
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى.
Allāhummaghfir lī warḥamnī wa alḥiqnī bir-rafīqil-a`lā.
“Ya Allah, ampunilah dosaku. Berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan teman yang tertinggi darjatnya”1.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.
Lā ilāha illallāh, inna lil-mawti lasakarāt.
“Ketika hampir wafat, Nabi ﷺ memasukkan kedua tangannya ke dalam air lalu menyapukannya ke mukanya dan membaca:
“Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Sesungguhnya bagi kematian itu ada kesakitan (sakarat)”2.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
Lā ilāha illallāhu wallāhu 'akbar, lā ilāha illallāhu waḥdah, lā ilāha illallāhu waḥdahu lā sharīka lah, lā ilāha illallāhu lahul-mulku wa lahul-ḥamd, lā ilāha illallāhu wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Maha Besar, tiada Tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada Tuhan melainkan Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah yang baginya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, tiada Tuhan melainkan Allah dan tiada daya dan upaya melainkan dengan izinan Allah”3.